Jumat, Februari 22, 2008

Depdiknas Miliki Jaringan Internet Terbesar di Indonesia

Jakarta, Kominfo Newsroom – Departemen Pendidikan Nasional membangun jaringan Teknologi Informasi (IT) yang hingga akhir 2007 telah terhubung 1.014 titik di seluruh Indonesia untuk zona kantor dinas dan institusi serta zona perguruan tinggi, dan 11.825 sekolah untuk jaringan pendidikan nasional (Jardiknas) zona sekolah.
Saat ini digalakkan pemanfaatan Jardiknas di luar jam sekolah oleh para guru dan siswa melalui koneksi ke rumah masing-masing, seiring dengan tujuan pembangunan bangsa adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya yang hanya dapat diwujudkan melalui pendidikan.
''Pada tahun 2003 hingga 2004 untuk menghubungkan sekolah yang berada di dalam setiap kabupaten/kota, dikembangkan program Wide Area Network Kota atau biasa disebut dengan WAN Kota,'' kata Sekjen Depdiknas, Dodi Nandika pada acara mengenai data pokok pendidikan (Dapodik) di Jakarta, Kamis (14/2) malam.
Turut hadir dalam acara itu, Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Depdiknas Gatot Hariwirjanto, dan Dirjen Aplikasi Telematika Depkominfo Cahyana Ahmadjayadi.

Dengan program ini maka cukup dengan mengisi konten atau menurunkan koneksi internet pada satu titik, akan dinikmati juga oleh titik yang lain. ''Ini tentu saja akan mempermudah dan mempermurah biaya dari masing-masing sekolah,'' kata Dodi.
Pada perkembangan selanjutnya, dipandang perlu untuk membentuk sentra-sentra Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di setiap kabupaten/kota, di mana sentra tersebut berfungsi sebagai tempat pendidikan, pelatihan dan pengembangan dalam bidang TIK.
Atas dasar dan pemikiran inilah maka dibentuk program Information and Communication Technology (ICT Center) pada tahun 2004 hingga 2006, dan sampai saat ini telah terbentuk 430 ICT Center di seluruh Indonesia.
Akhirnya pada tahun 2006, Depdiknas mulai mengembangkan sebuah jejaring yang bertujuan untuk menghubungkan seluruh institusi pendidikan di Indonesia, utamanya di seluruh kabupaten/kota. Jejaring ini diharapkan mampu menjadi jalan tol informasi yang akan menjembatani kesenjangan teknologi.
Juga dengan menghubungkan jejaring ini dengan koneksi internet, maka setiap lokasi akan terhubung juga dan menikmati internet sebagai salah satu apikasi. ''Jejaring inilah yang disebut dengan Jejaring Jardiknas,'' katanya.
Pada tahun 2006 telah dihubungkan 464 titik di seluruh Indonesia yang terdiri atas kantor dinas pendidikan kabupaten/kota, unit utama Depdiknas dan beberapa perguruan tinggi penyelenggara program pendidikan jarak jauh. Juga pengelolaan program Jardiknas dilanjutkan oleh Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri, khususnya pada bagian Sistem Informasi.
Pada tahun yang sama, Dirjen Pendidikan Tinggi, juga mengembangkan sistem jejaring khusus untuk perguruan tinggi negeri di seluruh propinsi dalam bentuk Indonesia Higher Education Network (Inherent) dengan topologi dan spesifikasi teknis yang berbeda dengan Jardiknas. ''Program ini menghubungkan 32 universitas negeri di Indonesia,'' katanya.
Pada akhir tahun 2006, DPR RI bersama Depdiknas melaksanakan telaah terhadap seluruh program yang dilaksanakan oleh Depdiknas. Salah satu hasil telaah tersebut adalah memadukan pembiayaan program jardiknas dan Inherent agar lebih mudah dan murah di dalam pengelolaannya.
Akhirnya, pada tahun 2007, pembiayaan program Jardiknas dan Inherent digabungkan menjadi sebuah program, yaitu Jardiknas, di mana Inherent menjadi zona perguruan tinggi di dalam program Jardiknas. Jardiknas pada tahun 2007 dikembangkan ke dalam empat zona yaitu : zona kantor Dinas dan Institusi, zona Perguruan Tinggi (Inherent), Zona Sekolah (SchoolNet), dan zona Personal (Guru dan Siswa).

Untuk mendukung dalam penyelesaiana permasalah teknis yang terjadi, maka dikembangkanlah program Teknisi Jardiknas, di mana pada saat ini telah berhasil mendidik 14.000 orang mahasiswa dengan konsentrasi Teknik Komputer dan Jaringan.

Di sisi lain, program Jardiknas ini tidak akan berhasil apabila tidak dimanfaatkan, utamanya oleh pendidik maupun tenaga kependidikan. Oleh sebab itu, pada tahun yang sama dilakukan pelatihan Jardiknas dengan sasaran kepala sekolah, guru, Tata Usaha dan Pustakawan, di mana diikuti oleh 40.000 orang hingga akhir tahun 2007.

''Pada tahun 2008 ini, pengelolaan Jardiknas akan ditangani oleh Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan,'' kata Dodi. (T.Ad/toeb/b)